Saat ada tamu istimewa datang ke rumah, kadang rasanya ingin membuat sajian minuman yang berbeda. Maka Anda bisa mencoba resep minuman unik teh madu. Minuman yang satu ini cukup istimewa karena selain nikmat dan menyegarkan juga kaya akan manfaat. Selain itu membuatnya juga mudah dan cepat, jadi Anda tak perlu ribet hanya untuk membuat minuman berbeda untuk tamu istimewa. Jika biasanya untuk tamu disajikan teh manis biasa maka resep yang satu ini cara membuatnya pun mirip dengan teh buatan Anda. Namun dengan tambahan madu dan susu kental sehingga akan merubahnya menjadi lebih istimewa. 

Bahan yang Anda perlukan diantaranya 1 kantong teh, 4 sendok makan susu kental manis, 3 sendok makan madu, air panas, dan es batu. Pastikan pilih bahan yang berkualitas. Teh Sariwangi wajib dipilih karena teh yang satu ini adalah teh berkualitas dengan rasa yang begitu nikmat. Kemudian usahakan gunakan madu murni sehingga teh madu buatan Anda semakin istimewa. Untuk membuat resep minuman unik yang satu ini pertama-tama seduh teh dengan air panas sampai berwarna merah kecoklatan. Jika warna sudah berubah merah kecoklatan maka angkat kantong teh. Biarkan agak dingin lalu masukan ke dalam blender atau shaker. Tambahkan madu, susu kental manis, dan es batu. Blender atau kocok teh yang sudah dicampur dengan bahan lainnya. Kini minuman teh buatan Anda sudah siap disajikan untuk tamu istimewa.

Teh sendiri memiliki berbagai manfaat seperti mampu membantu menurunkan berat badan, mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke, melindungi tulang, meningkatkan metabolisme tubuh, dan banyak lagi manfaat lainnya. Dengan dipadukan dengan bahan lain yang juga tak kalah manfaatnya seperti susu dan madu tentu akan membuat resep minuman unik Anda ini akan makin penuh manfaat. Kesegaran teh madu buatan Anda juga akan disukai oleh tamu istimewa. Minuman dingin ini akan nikmat diminum di siang hari. Selain itu Anda juga bisa mengkreasikannya menjadi minuman hangat jika kurang suka yang dingin atau ingin menyajikannya di pagi atau malam hari.
Bali airport merupakan bandara terbesar di Indonesia. Di Bali Airport memiliki banyak fasilitas dan  layanan jasa. Jasa tersebut meliputi  Jasa Aeronautika dan Non-Aeronautika. Yang dimaksud dengan Non Aeronautika yaitu  jasa layanan yang turut menjadi pemenuh kebutuhan perusahaan penerbangan dan penumpang. Dalam pemenuhannya PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali banyak sekali melakukan bekerja sama dengan berbagai  mitra usaha. Ada 6 bidang usaha antara lain adalah sebagai berikut :
  • Food and Beverages, yaitu adalah jasa yang menyediakan makanan dan minuman, baik di dalam maupun di luar terminal penumpang.
  • Retail, merupakan layanan jasa yang menyediakan perbelanjaan untuk kebutuhan penumpang (souvenir, buku, dll), termasuk di dalamnya duty free shops.
  • Advertising, yaitu  ruang iklan yang tersedia sebagai media promosi dan publikasi.
  • Property, yaitu adalah suatu layanan jasa penyedia sewa ruang usaha (space), di lingkungan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.
  • Parkir Kendaraan, yaitu adalah layanan jasa yang berfungsi untuk menyediakan area parkir kendaraan penumpang maupun penjemput dan pengantar. Gedung parkir  ini terdiri dari 5 lantai dengan kapasitas 1.600 unit kendaraan roda 4 dan total tamping dari lahan parkir  ini adalah 1.963 unit.
  • Cargo Service, yaitu adalah layanan pengelolaan pengiriman barang.
  • Landasan – taxi
Bandara ini memiliki“landasan – taxi – keluar” dan “landasan – taxi – sejajar” dengan konstruksi aspal dan beton meningkatkan kapasitas landasan pacu.
Begitu besarnya Bali airport ini memerlukan support  dari jasa pengadaan sumber daya. Salah satunya adalah IDT Thai  merupakan organisasi transversal yang beroperasi pada industri dan bidang ritel. IDT Thai mampu menyediakan sumber daya yang sesegara mungkin , secepatnya sesuai  untuk kebutuhan pelanggan dengan keterampilan yang baik.  Jaringan dari IDT Thai pergi seluruh tim world. IDT Thai sangat berpengalaman dibidangnya dan  pelaksanaan arus bisnis perusahaan dan data akan terjaga dengan baik . Tunggu apalagi segera hubungi IDT Thai untuk penawaran lebih lanjut.

Mengunjungi Uluwatu maka kita akan di suguhi keindahan tebing menjulang yang menghadap garis pantai Pecatu dan laut yang luas. Pura Uluwatu terletak di semenanjung selatan Bali. Di dalam wisata Bali Uluwatu terdapat Pura sebagai tempat peribadatan yang biasa disebut Pura Luhur Uluwatu. Berbeda dengan Pura Tanah Lot yang berada di tengah laut dibangun di atas batu karang, Pura Uluwatu terletak tepat di sisi tebing yang menjorok ke lautan Hindia. di tempat ini dapat menyaksikan deburan ombak Samudera Hindia yang menerpa tebing Uluwatu. Pura Luhur juga memiliki Pura Pesanakan dan sangat erat kaitannya dengan Pura Induk, Pura Pesanak diantaranya adalah Pura Bajurit dan Pura Kulat. Pura Pesanakan akan berhubungan langsung dengan Pura Luhur Uluwatu saat berlangsung Pidolahan yaitu bentuk pemujaan terhadap Tuhan dalam agama Hindu Sang Hyang Widi yang akan terjadi setiap 210 hari. Di dalam kawasan ini terdapat 2 candi Uluwatu Bali Indonesia yang indah berupa gerbang menuju Pura Utama.
Waktu yang tepat mengunjungi Uluwatu yaitu sore hari saat akan dilaksanakan pertunjukan Tari Kecak mulai pukul 6 sore WITA. Pertunjukan tari kecak berlokasi di dalam area Uluwatu dengan pemandangan menghadap laut saat sunset. Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu bercerita tentang Rama dan Sinta yang dibagi menjadi empat adegan, Cerita yang melatarbelakangi tarian ini adalah penculikan dan pertempuran antara Ramayana, Sinta dan Hanoman. para penari memberikan penampilan terbaik kepada pengunjung saat membawakan tarian Rama Sinta ini.
Selama pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu berlangsung, penonton mendapat pemandangan matahari tenggelam. Disisi lain di dalam kawasan, pengunjung akan dengan mudah menemukan kawanan kera yang lalu lalang di antara wisatawan karena kawanan kera ini menempati hutan kecil yang berada di dalam areal Uluwatu. Di sepanjang bibir tebing pengunjung bisa melihat langsung laut lepas dari ketinggian dan deburan ombak yang menghantam sisi dasar tebing Uluwatu. Tepat di atas tebing terdapat Pura yang memiliki 3 candi Uluwatu Bali Indonesia sebagai pelengkap tujuan wisata di kawasan yang indah ini.







Manny Pacquiao and Floyd Mayweather, in the anxious final seconds before Saturday’s opening bell, will be staring at the best opponent they have ever been in the ring with. That more than anything makes the fight difficult to read.
The fight itself is a toss-up. Cynically, I think Pacquiao will have to beat Mayweather decisively to get a decision but I believe he can.
Pacquiao is not the same fighter he was five years ago but much of that has to do with complacency and lack of motivation, while the only opponent capable of demanding his very best existed tantalisingly beyond his reach. He will never be the one-man wrecking crew who retired Oscar De La Hoya and nearly decapitated Ricky Hatton but he is still a blend of speed and power unlike Mayweather has faced. And he won’t be broken mentally.

Mayweather has grown soft trying to protect his zero. I don’t think he has the ability to be the aggressor in a fight any more. The fights with Marcos Maidana, a brave but not extraordinary fighter, were telling. Fighters like Devon Alexander and Amir Khan dominated Maidana far more than Mayweather did.
Pacquiao knows that. His trainer, Freddie Roach, definitely knows that, which is why it could be a firefight in the early rounds, and I do not think Mayweather will get the best of the exchanges. One of the few things that has troubled him has been opponents with above-average hand speed who are aggressive early. Zab Judah buzzed him. Shane Mosley buzzed him. Even Maidana in their first fight, and he is not exactly Willie Pep. One punch could end it, or at least change the dynamic of the fight.
Then consider that Las Vegas arbiters have a track record of favouring boxers who throw a lot of punches, even if they don’t land. You need not look far for an example. Pacquiao connected with 253 of 751 punches (34%) in his first fight with Timothy Bradley – a hugely controversial split-decision loss – yet Bradley’s 839 punches thrown made a bigger impression on the judges even though only 159 of them (19%) found their target. Pacquiao will be the busier fighter this time around and he will bank rounds.

Mayweather’s CV is beyond dispute. The greatest champions win titles when they are young and keep them until they are old. He has been a world champion for 17 years, nearly half his life. He has never been knocked down or in serious trouble.
Yet all things must pass. While I don’t buy into the theory his silence is an indicator of nerves, it does raise questions. Some of his remarks – like insisting his career won’t be judged by this one fight – have been downright alarming. Mayweather can preemptively deny just how much rides on the zero in his loss-ledger but there is no question who has more to lose. One night can tarnish everything he has built. It is legitimately on the table.
This is a different type of event for Mayweather. He has almost exclusively been in with opponents who have spared him the burden of doubt. Now he enters with the knowledge he will have to pay for a mistake.
For the first time since he jumped two weight classes to face De La Hoya – the night that launched him to mainstream superstardom – Pacquiao is an underdog. It’s a role that’s always brought the best out of him. And it’s one that shall again. Manny by close decision.

It took some time for Floyd Mayweather Jr. to finally come out with a response to claims made by Manny Pacquiao in a recent Facebook live chat that the camps of both boxers are reportedly in talks of a possible rematch.
ESPN's Stephen A. Smith took the liberty of finding out the real score between the two. Smith, who has been known to have close ties with the undefeated boxer, sent a text message to try and confirm the statements made by Pacquiao in the video.
ADVERTISEMENT
As expected, the flamboyant one denied any knowledge of ongoing negotiations for a possible rematch.
"It's totally false. I'm not fighting anymore" was the reported reply of Mayweather, according to Smith.
These new round of rumors tied up with a possible Mayweather–Pacquiao rematch is the second one to come out. The first one was allegedly reported inaccurately in what Top Rank Bob Arum said was a result of language barriers.

Mayweather is standing pat on his decision of retiring from boxing, something that was reiterated just recently as well by Mayweather Promotions CEO Leonard Ellerbe.
Mayweather last fought on Sept. 12 against Andre Berto, whom he expectedly defeated via unanimous decision to equal Rocky Marciano's 49–0 record.
To date, many opt not to believe that Mayweather is done, saying that his last opponent is not a convincing way to end his boxing career. Many still believe he will come back at some point and go for 50–0.
If true, could his comeback opponent be Pacquiao?
Well, right now, Pacquiao has announced that his April 9 fight will also be his last. Pacquiao has opted to retire to focus on his political aspirations where he is set to run for a Senate seat in next year's national elections in the Philippines.

To date, there is no word yet on whom he will fight. Amir Khan, Terence Crawford, and Timothy Bradley Jr. are reportedly on the shortlist and his opponent will officially be announced either by November or December of this year.